Jakarta – Seorang perempuan hilang saat ikut dalam aktivitas kelompok mengapung di Sungai Tuloma, Kota Arktik Kola, di selatan Murmansk, pada perayaan tahun baru 2026. Dia diduga terkena arus yang kuat.
Menurut berita dari Daily Mail, Senin (12/1/2026), acara ini adalah bagian dari atraksi Arktik yang terkenal, yaitu mengapung di air yang dipenuhi es. Semua peserta mengenakan pakaian khusus agar tetap aman dan hangat ketika berada di air yang beku.
Kegiatan ini sering dipromosikan sebagai metode untuk perawatan kesehatan. Dalam promosinya, perjalanan ini menjanjikan bahwa tidak akan ada yang tenggelam selama aktivitas tersebut.
Saat mengikuti perjalanan mengapung, peserta diharuskan memakai pakaian pelampung tebal yang dilengkapi dengan insulasi guna menjaga tubuh tetap hangat dalam air dingin, memastikan daya apung, dan memungkinkan mereka untuk mengapung dengan posisi telentang. Seolah-olah, para peserta melayang di atas permukaan air es.
Karena sifat pakaian tersebut yang kaku dan membatasi gerakan, peserta biasanya diikat atau diawasi secara ketat, terutama di area sungai di mana arus bisa berubah dengan cepat.
Perempuan yang hilang ini berasal dari Belarus dan berusia 57 tahun. Diperkirakan dia mengapung tidak lebih dari 40 menit sebelum kehilangan jejak.
Warga sekitar menyebutkan bahwa bagian sungai yang digunakan untuk kegiatan wisata ini cukup berbahaya karena adanya arus bawah dan pengaruh pasang surut. Insiden tersebut diyakini terjadi bersamaan dengan kondisi air surut. Pada saat itu, aliran air tampak meningkat menuju muara sungai.
Tim penyelamat segera melakukan pencarian di laut dan menyusuri sungai, tetapi tidak berhasil menemukan apa pun. Diperkirakan dia tidak mungkin bertahan hidup lebih lama dari beberapa jam karena kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Dipercaya bahwa dia telah meninggal.
Seorang relawan yang ikut dalam pencarian menyatakan bahwa tim penyelamat mengalami kesulitan saat melakukan pencarian karena pengaruh es laut, kabut tebal, suhu yang sangat rendah, dan kondisi yang menciptakan jarak pandang yang sangat terbatas. Situasi ini juga menjadi berbahaya bagi tim penyelamat.
Kehilangan wanita ini terjadi setelah dua wisatawan dari India dan China terhanyut arus saat mengikuti sesi mengapung bulan lalu. Mereka berhasil diselamatkan secara kebetulan ketika ada sebuah perahu yang berada di dekat mereka.
Komite Investigasi Rusia kini sedang menyelidiki hilangnya wanita asal Belarus itu dan telah mengajukan tuntutan terhadap penyelenggara aktivitas ini. Para penyelidik menyebutkan bahwa peralatan yang digunakan tidak memenuhi standar keselamatan, dan telah mengamankan pakaian termal yang dipakai.

